'Kumpulan Berita Menarik '

Lelaki itu Bagaikan " Badai " Datang dan Pergi Sesuka Hatinya | Clayton88

Clayton88

Kumpulan Berita Menarik

Powered by Blogger.

Lelaki itu Bagaikan " Badai " Datang dan Pergi Sesuka Hatinya

Lelaki itu Bagaikan " Badai " Datang dan Pergi Sesuka Hatinya - Ya, kau datang merubah segalanya. Namun caramu pergi, lebih merubah segalanya. Tidak Memandang kapan waktunya dan dimana tempatnya kau selalu bertindak sesuka hati mu.
Aku ucapkan terimakasih karena kau pernah hadir di hidupku.
Layaknya anak kecil yang mempunyai sahabat karib, aku menganggapmu lebih jauh.
Kau baik hati, penyayang, sangat peduli, sabar dan yang terpenting selalu mengerti diriku.

Dan aku? Terpaksa terpesona dengan semua tingkah dan sifat yang kau perlihatkan.
Bagai ada kacamata filter yang membuatmu seolah-oleh tanpa kekurangan, dan selalu dipandang tinggi oleh setiap wanita yang memandang mu.
Sempurna (Perfect). Dan aku ingin berada di sisimu untuk selama hidup ku berjalan.

Tapi apa yang saya dapatkan dari dirimu selama ini ???
Dan apa yang aku pelajari dari sikap mu ini ???

Bagai Punuk Merindukan Bulan, namun Bulan Datang Menghampiri dan Menjauh lagi.

Kau adalah yang aku inginkan dari segi apapun.



Kita lalui hari bersama.
Berjalan-jalan, berfoto ceria, berburu kuliner asik, hingga berbagai tingkah konyol  lainnya yang pernah kita lakukan. 
Namanya manusia, aku merasa nyaman dengan hadirmu dihidupku.
Mungkin, kau bisa menjadi jawaban dari seribu pertanyaan dalam hidupku.
Berharap kau selalu ada. Tak pernah pergi jauh atau meninggalkan diriku ini yang membutuhkan mu.



Ah, kamu.
Aku berpikir betapa sempurna Tuhan mempertemukan kita. Dan slalu bersyukur kepada Tuhan karena telah menghadirkan dirimu untuk ku.

Rasanya, berbagai hal yang pernah dilalui bersama tak ingin berlalu begitu saja bagai ombak menerjangnya.
Aku candu dan susah untuk melepaskan "Candu" ini pada diri mu.
Candu itu bernama kamu "Sayang".

Entah kau sadar atau tidak, aku ingin kita menjadi lebih dekat dan tak terpisahkan lagi oleh apapun.

Ditambah dengan semua kenyamanan ini, aku ingin kita menjalin hubungan yang baik dan berkelanjutan lebih jauh lagi.

Tak muluk-muluk apa yang saya inginkan :'( .


Jalannya waktu memang bagai roda yang berputar cepat, namun kala itu beda.

Aku merasa tergilas olenya, oleh waktu dan keadaan.

Dan kamu, bekerjasama dengan sang waktu untuk tidak memberitahu bayanganmu pada hatiku ini yang selalu menanti mu.



Ya, kau menghilang.

Aku tak paham dengan semua ini.
Terlalu kaget saja. Bagaimana bisa. Mengapa.
Ah, pertanyaan dalam kepalaku sudah ribuan rasanya, oh tidak, jutaan rasanya.
Kuteriakkan namamu dalam keramaian manusia.
Bertanya sana dan sini.
Berusaha menahan peluh untuk sebuah jawaban.

Setelah capai oleh semuanya, aku menepi, duduk dibawah pohon.

Sendiri, emang mau dengan siapa lagi.

Menarik napas dalam-dalam, membuangnya perlahan. Hal itu yang kau ajarkan dulu ketika aku sedang sedih.

Ah, kutepis bayangmu.

Hingga kini, aku masih belum mengerti saja.

Dan teganya kau meninggalkanku ditengah jutaan harapan baik yang sudah kurencanakan.

Menghancurkan segala tiang kebahagiaan dalam sekejap.


Jangan kau tanya bagaimana kondisi hatiku sekarang dan jangan pernah cari tahu tentang jalan hidup ku sekarang.



Mengiklaskanmu memang berat untuk saya jalankan,

Namun kau tahu apa yang terberat?

Adalah berusaha membuka hati ku untuk orang lain.

Aku tak bisa, setidaknya belum bisa. Sulit sekali rasanya. Ini semua gara-gara kamu, ini semua salahmu. Itu cerita lama. Sekarang, aku berusaha tidak menyalahkanmu.
Aku menyalahkan diriku sendiri yang terlampau bodoh dan terlampau buta dalam melihat dirimu Yang terlalu berharap padamu yang tak pasti.

Namun kau tahu, apa yang kusyukuri dari semua kesakitan yang kau perbuat untuk diriku?

Aku belajar mulai mencintai diriku sendiri & belajar menjadi Dewasa untuk tidak "Bodoh" lagi kelak kedepannya saya menjalin suatu hubungan.

Cukup 1x saja saya merasakan yang nama nya di sakiti dan di beri Harapan kosong.


* Terima kasih pernah datang, lalu pergi.
* Terima kasih pernah ada, lalu tiada.
* Terima kasih pernah menghibur, lalu kabur.
* Terima kasih pernah meninggikan harap, lalu menjatuhkan.
* Terima kasih pernah mendekat, lalu menjauh.
* Terima kasih pernah peduli, lalu acuh Tak acuh.
* Terima kasih juga kamu sudah menyadari aku . . .

Selamat tinggal Mantan Kekasiku, kamu Lelaki yang telah banyak menyadarkan dan banyak memberikan pengalaman cinta .
Terima kasih telah meninggalkan luka, dari situ aku belajar untuk mengobati hatiku sendiri dan mulai membuka lembaran baru dalam hidup ku.

-Posted By-

Clayton88 
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Lelaki itu Bagaikan " Badai " Datang dan Pergi Sesuka Hatinya"

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Clayton88

Berkomentarlah Sebelum Komentar Itu Dilarang ^-^

 
Copyright © 2015 Clayton88 - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top